Napak Tilas KH Khozin Bendo
AWAL MULANYA
Entahsejak kapan saya mulai menyukai ziarah.Ziarah seperti sudah menjadi salah satu hobi saya. Yang jelas ziarah itu tidak bid’ah. Tidak haram. Tidak berdosa. Ziarah kubur itu merupakan sunah nabi. Ada hadisnya. Ada contohnya. Ada teladanya. Nabi sendirilah yang memberi teladan itu. Jadi intinya ziarah kubur itu mengikuti jejak nabi Muhammad.
Ceritanya dimulai dari sini. Dari Kampung Inggris Pare. Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT saya pernah tinggal dan belajar di Pare. Saat belajar di pare tepatnya di Pondok al-Ma’ruf yang diasuh oleh KH Nurul Anwar, alumni pondok pesantren Langitan Tuban. Sekitar 6 bulan lamanya saya belajar disini.
Dipondok al- Ma’ruf h hobi saya berziarah mendaptkan tempatnya. Karena ada salah satu teman saya yang punya selera hobi tidak jauh-jauh dari hobi yang saya miliki. Ziarah.
Sebelum ziarah biasanya saya membaca biogafi ulama yang saya mau ziarahi terlebih dahulu. Dimana saja beliau pernah mondok. Kepada kiai siapa saja beliau pernah menimba ilmu. Bagaimana karakter beliau. bagaiman perangai beliau. Bagaimana keistiqomahan beliau. Bagaiman perjuanga beliau dalam mencari ilmu dan mengamalkan ilmunya.
Ziarah makam KH. Muhajir / KH. Khozin
Biografi beliau tidak banyak terungkap sampai sekarang. Penulis sendiri sangat kesulitan mencari informasi tentang beliau karena tidak ada satu buku biografipun tentang beliau. Jejak digitalpun juga sangat sedikit dan sangat terbatas.
KH Muhajjir atau yang lebih terkenal dengan KH Khozin santrinya tersebar diberbagai daerah ditanah Jawa. Dan menjadi Kiai yang hebat-hebat, ada yang mendirikan Pesantren, ada yang meneruskan mengasuh Pesantren bahkan ada yang menjadi pemimpin Organisasi Islam terbesar di Indonesia, menjadi Rais ‘Am PBNU.
Sedikit informasi yang bisa diketahui bahwa KH Muhajjir atau KH. Khozin merupakan adik kandung dari KH. Dahlan Jampes. Sedangkan KH Dahlan Jampes merupakan ayah dari KH Marzuki Dahaln Lirboyo dan KH Ihsan Jampes pengarang Siraj ath-Thalibin, yang merupakan penjelasan (syarah) dari kitab Minhaj al-Abidin yang sangat masyhur itu.
Berikut ini adalah daftar para santri yang pernah belajar pada KH Muhajjir atau KH Khozin
KH. Sahal Machfudz (Ketua MUI Pusat dan Rais ‘Am PBNU)
KH. Dimyati Banten ( Pendiri Pesantren Cidahu Banten)
KH. Salman Dahlawi (Pengasuh Pesantren Popongan Klaten)
KH Abu Hasan Sadzili (Pengasuh Pesanten Mambaul Ulum, Putra dari KH Askandar dan kakak dari KH Nur Iskandar SQ Jakarta dan KH Anwar Iskadar kediri)
KH. Maisur Sindi (Mengabdi di Pondok Ringinagung)
(http://alfunsewu.blogspot.co.id/)
KH. Shonhaji Kebumen (Guru Spiritual Gusdur)
(http://alumnilanbulan.blogspot.co.id/2015/06/kh-shonhaji-kebumen-guru-spiritual.html)
KH. Ihsan Jampes
KH Hisyam Zuhdi (pengasuh Pesantren At Taujieh Al Islamy, Banyumas)
(https://roosdy.wordpress.com/tag/kh-hisyam-zuhdi/)
KH. Badawi Hanafi ( Pendiri Pesantren Al Ihya’ Ulumaddin Kesugihan Cilacap)
KH. Marzuki Dahlan Lirboyo (Pengasuh Persantren Lirboyo)
KH. Asrori al-Ishaqi
KH. Ahmad Mujahid ayah dari KH Ishomuddin
(https://beritagar.id/artikel/bincang/ahmad-ishomuddin-ahok-adalah-teguran-tuhan-untuk-umat)
KH. Fuad Hasyim Buntet
KH. R Abbas Hasan Banyuwangi
Dan masih banyak lagi Ulama'² yg menjadi Alumninya.
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih anda telah mengunjungi kami