Covid-19
Pemicu keraguan tentang Covid-19
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًاۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ
Hai orang-orang yang beriman (meskipun kadar keimanannya kecil) ! Jika seseorang yang fasik (kalimat berbentuk nakiroh, termasuk media sosial) datang kepadamu membawa suatu Kabar penting (covid 19), maka telitilah kebenarannya sampai kamu mendapat kejelasan seperti jelasnya 4 pasang mata menyaksikan orang zina untuk menetapkan hukum rajam, agar kamu tidak memberikan musibah kepada warga sekitarmu (kaum) karena kebodohan (meliburkan sekolah, sholat Jum'at dan atau memberi jarak 1meter dan Istighotsah online), yang setelah itu secepatnya kamu menyesali perbuatanmu itu.
Analisa pribadi mengenai Covid 19
1. Perbedaan sikap di kalangan dokter, indikasi pemaksaan kepada IDI oleh WHO.
2. Perbedaan pernyataan di tubuh pemerintah, menteri Agama, Polri dan presiden dan diamnya menhan (Indikasi politik)
3. Korban Corona di Indonesia itu yg paling akhir, (indikasi pemerintah terpaksa mengumumkan)
4. Korban kematian corona, tidak ada satupun didaerah yg di pastikan sebab murni Corona, yg ada masih mempunyai penyakit lain
5. Pejabat pemerintah Yg terjangkit Corona kebanyakan kebanyak Sembuh total tanpa vaksin itupun yg ikut kelompok kanan. (Indikasi hanya menakut² i)
Kesimpulan
Covid-19 adalah virus yg tidak berbahaya seperti yg di beritakan, krn dapat sembuh tanpa vaksin/anti virus,
covid 19 adalah :
1. Dagelan yg dilakukan oleh konspirasi besar tingkat internasional melalui mafia farmasi. Dengan menguasai media, kedokteran dan militer.
2. Cek son.. selama ini kebijakan pemerintah tidak pernah berdampak besar tanpa didukung NU.
3. Jika ini dirasa kurang berdampak, selanjutnya akan banyak kepala daerah² yg diumumkan terjangkit Corona untuk memaksa warganya Resah
Dampak Covid-19
Akan sangat mungkin terjadii :
1. Terpecahnya NU menjadi 2kelopok.
a. Kelompok yg mengikuti protokol kesehatan, dengan alasan Ulil amri.
b. Kelompok yg tidak mengikuti protokol kesehatan dengan alasan kelompok pertama adalah orang² yg tertipu
Keduanya akan saling mencibir yg berimbas pada Oraganisasi NU
2. Lemahnya Pondok pesantren,
Jika nanti pesantren di paksa oleh kekuatan dokter untuk tes kesehatan, dan terjadi kepositipan Covid-19 (terutama pesantren besar), maka pesantren² akan di tutup seketika / harus mengikuti protokol mereka, di situlah banyak santri yg terlantar dan putus asa.
Ini adalah gerakan dan Langkah mereka kaum radikal, (bukan PKI karena PKI tidak mempunyai kemampuan memecah belah) menuju target 2026 NU bubar.
Tulisan ini bukan membahas virus atau bakteri nya, tapi ini adalah pernyataan kecurigaan bahwa yg membawa kabar Covid-19 tidak bisa dipercaya karena kefasikannya, murni mafia faramasi. Bukan pemerintah.
Yahya sy.
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih anda telah mengunjungi kami